Klitih dan Pelecehan Masih Jadi Momok Ojol Perempuan

Ojek online (ojol) kerap digambarkan tukang ojek kaum pria, namun siapa sangka, kaum perempuan ternyata juga banyak yang menggeluti profesi dijalanan ini. Di kota jogja sedikitnya ada 50an perempuan berprofesi sebagai tukang ojek online, beragam cerita kerap dialami mereka salah satunya seperti pelecehan seksual.

Salah satunya dialami seorang ojol perempuan bernama Nanik Dwi Suryati (43) warga Serangan Kota Yogyakarta.

Nanik mulai menjadi ojol sejak tahun 2017 silam, menjalankan aplikasi Gojek. Ia termasuk salah satu ojol yang sangat rajin narik, mencari penumpang dan mengantarkan pesanan makanan untuk konsumen. Dalam lima tahun terakhir ia hampir selalu menghabiskan hidupnya di atas motor. berangkat pukul 10.00 WIB dan bisa kembali ke rumah pukul 02.00 WIB bahkan hingga setelah subuh.

Suka duka berada di jalanan sudah dialami Nanik selama ini, mulai jatuh dari motor karena ditabrak hingga lelah menahan kantuk ketika bekerja. Bahkan ada calon pelanggan yang memanfaatkan kesempatan dengan berbuat tak senonoh saat berboncengan motor dijalanan. Bahkan aksi klitih yang sempat membvuat para gojeker ini ciut nyali dijalanan. Namun bagi Nanik dan keluarga, hal tersebut terbayarkan karena penghasilan yang didapat bisa mencukupi kebutuhan keluarga.

“Memang mungkin kerja keras tidak mengkhianati hasil ya, dari ojol saya bisa nabung menyisihkan uang. Bisa belikan handphone dan motor sport CBR untuk anak saya, bisa beli motor PCX untuk saya sendiri, lalu saya juga bisa bangun rumah hanya saja ini belum selesai. Ya alhamdulillah saya masih mampu kerja di jalan ya,” sambungnya tersenyum.

Cerita menarik Nanik hanya satu di antara puluhan ojol perempuan yang tergabung dalam Jogja Ojol Perempuan (Joper) Kota Yogyakarta, saat bertemu dengan Rini Hapsari, Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta.

Rini Hapsari, yang juga Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kota Yogyakarta menggarisbawahi, ada beberapa hal yang menjadi harapan para ojol di antaranya terkait perlindungan hukum apabila terjadi sesuatu yang tak diinginkan juga advokasi upah lebih tinggi dari penyedia aplikasi.

“Ini ke depan yang akan coba kami bantu dengan tetap kolaborasi dengan berbagai pihak tentu saja. Namun saat ini, yang bisa kita mulai mungkin memberi tip kalau order, karena ternyata ojol itu bayar parkir sendiri ya dipotong dari upah ongkir dari kita,” pungkas dia