Sekdes desa granting jogonalan Jumakir terpilih sebagai ketua PD PWI LS kabupaten Klaten secara aklamasi.

Kota(klatentv.com)-Pengurus Daerah Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah Kabupaten Klaten hari Sabtu (10/01/2026) menggelar Musyawarah Pemilihan Ketua Pengurus Daerah PWI LS Kabupaten Klaten karena terjadinya kekosongan ketua beberapa waktu terakhir ini. Acara tersebut digelar di aula kantor desa Granting Kecamatan Jogonalan. Ketua Pengurus Daerah
Musyawarah dihadiri oleh sesepuh organisasi yaitu Kyai Munawir dari Ceper dan Kyai Haryono, hadir juga Perwakilan Pengurus Wilayah PWI LS Jawa Tengah yaitu Ketua Pengurus PWI LS Zona Soloraya, Prof. Abdul Aziz serta 14 Pengurus Cabang dari 14 Wilayah Kecamatan di Kabupaten Klaten yang sudah terbentuk kepengurusan PWI LS.

Dalam kesempatan menyampaikan arahan, sesepuh PWI LS Kabupaten Klaten Kyai Munawir menyampaikan sebenarnya dirinya sudah meminta kepada Ketua PWI LS Kabupaten Klaten untuk mengumpulkan anggota dan meminta pamit, tetapi sampai saat dilaksanakannya musyawarah ini tidak ada tindak lanjut. Ketua lama hanya mengirimkan surat pengunduran diri.

Sementara Perwakilan Pengurus Wilayah PWI LS Provinsi Jawa Tengah, Abdul Aziz dalam kesempatan tersebut menyampaikan dirinya hadir dalam kesempatan tersebut ditugaskan oleh Pengurus Wilayah hanya untuk memantau, mengawasi jalannya musyawarah dan kemudian melaporkan kepada Pengurus Wilayah, tidak memiliki kewenangan untuk membuat keputusan apapun.

Musyawarah Daerah Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS) Kabupaten Klaten hari ini secara aklamasi memilih dan menetapkan Drs. H. Jumakir SP sebagai Ketua Pengurus Daerah PWI LS Kabupaten Klaten 2026-2030.

Dalam sambutannya, Ketua PD PWI LS Kabupaten Klaten terpilih Drs. H. Jumakir SP menyatakan PD Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (DPRD PWI LS) Kabupaten Klaten harus kompak dan solid dalam perjuangan mempertahankan Islam yang membumi di bumi Nusantara. Berjuang melawan intimidasi dan perbudakan yang dilakukan oleh para imigran dari Yaman.

” Kita harus lawan intimidasi dan penindasan dari kaum baalawi imigran dari Yaman. Kita harus pertahankan Islam Nusantara. Kita tidak mau dijajah oleh ideologi dari Yaman..” tegas H. Jumakir.

” Kita memiliki ulama ulama Nusantara yang mulia tetapi dihina dan direndahkan oleh mereka. Kita harus bangkit dan lawan mereka..” pungkas H. Jumakir.