Jelang Idul Adha, Ratusan Jagal Asah Pisau dan Perdalam Teknik Penyembelihan

Kota(klatentv.com)-Meski Hari Raya Idul Adha masih sekitar satu bulan lagi, ratusan jagal dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai melakukan berbagai persiapan untuk penyembelihan hewan kurban. Salah satu persiapan utama yang dilakukan adalah mengasah pisau sembelih dan alat kelet daging guna memastikan hasil penyembelihan sesuai syariat Islam.

Kegiatan silaturahmi dan diskusi ini diinisiasi oleh Tim Jagal Syar’i Kabupaten Klaten yang bersinergi dengan Jaringan Jagal Indonesia (JJI). Acara tersebut turut diikuti pengurus masjid, takmir, serta anggota Juru Sembelih Halal (Juleha) dari Kabupaten Sleman dan Surakarta.

Bertempat di kompleks Masjid Nur Azizah, ratusan peserta tampak antusias mengasah berbagai jenis pisau sembelih dan alat kelet daging. Proses pengasahan dilakukan menggunakan beragam metode, mulai dari belt grinder (mesin gerinda sabuk), batu asah, hingga batang asah. Berbagai bentuk dan ukuran pisau diasah agar mencapai tingkat ketajaman sesuai standar penyembelihan yang dianjurkan.

Salah satu indikator ketajaman pisau diuji dengan cara menyayatkan mata pisau pada selembar kertas. Jika pisau mampu memotong dengan halus, maka dianggap siap digunakan untuk proses penyembelihan.

Sebagian besar peserta merupakan jagal yang nantinya akan bertugas menyembelih sekaligus memotong daging kurban di masjid dan musala di wilayah DIY dan Jawa Tengah.

Selain praktik mengasah pisau, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi dan sosialisasi terkait tata cara penyembelihan hewan kurban sesuai syariat. Materi disampaikan oleh narasumber dari Komisi Fatwa Hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Klaten, di antaranya Drs. K.H. Wahib Adib.

Ketua Tim Jagal Syar’i Kabupaten Klaten, Nur Alam Andirta Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk peningkatan kapasitas para jagal agar sesuai standar halal dan syar’i.

Para peserta mengapresiasi kegiatan tersebut dan terlihat aktif mengikuti sesi diskusi serta tanya jawab. Widodo, salah satu jagal peserta, mengaku kegiatan ini sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan penyembelihan yang benar.

Melalui kegiatan ini diharapkan para calon jagal maupun pengurus masjid dapat melaksanakan penyembelihan hewan kurban secara mandiri, tanpa harus selalu bergantung pada pendampingan Tim Jagal Syar’i maupun Jaringan Jagal Indonesia. (ridwan)