Pengasih (Klatentv.com) -Dirjen Perhutanan Sosial Kemenhut RI, Catur Endah Prasetiani, menggelar bimbingan teknis tentang pengelolaan kawasan hutan, kepada puluhan perwakilan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), pada Senin (8/12) di Aula Balai Kalurahan Sendangsari Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulonprogo. Dalam acara tersebut, selain dihadiri Ketua Komisi IV Siti Hediati Soeharto, SE, juga dihadiri Bupati Kulonprogo, maupun jajaran OPD setempat.

Dalam sambutannya, Putri Presiden Soeharto mengatakan, jika pihaknya meyakini hutan lestari akan terwujud kalau masyarakat sekitar dilibatkan dan merasakan manfaat ekonominya. “Terima kasih kepada Ditjen Perhutanan Sosial, adanya bantuan bibit pohon indigofera dan empon-empon, bisa diberikan tahun ini kepada masyarakat,” kata Ketua Komisi IV DPR RI.
Sedangkan Dirjen Perhutanan Sosial, menyebutkan, adanya bencana alam diberbagai daerah, dalam beberapa hari terakhir, menjadi pengingat kita semua tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Ditegaskan juga, bencana meteorology yang terjadi, menjadi pengingat bahwa menjaga keseimbangan alam, terutama hutan dan ekosistem sekitarnya, bukan menjadi pilihan namun menjadi keharusan.
“Hutan lestari akan menjadi benteng alam kehidupan dari adanya becana alam, dan wajib dijaga dengan keterlibatan aktif dari masyarakat,” tegasnya.
Disela – sela acara tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI, juga menyerahkan bantuan bibit pohon Indigofera sejumlah 6000 batang untuk 14 kelompok KUPS dan bibit empon – empon, seperti jahe, kunyit dan kapulaga sebanyak 1200 kilogram diberikan kepada 20 kelompok
Ditambahkan juga dengan adanya bimtek Peningkatan Kapasitas KUPS akan menjadi kunci untuk memastikan program-program Ditjen Perhutanan Sosial dan Kementerian Kehutanan dapat diimplementasikan, serta menjadi modal dalam meningkatkan kemampuan KUPS, melalui penguatan kelembagaan kelompok, pengembangan usaha berbasis hasil hutan bukan kayu, dan jasa lingkungan, serta meningkatkan kapasitas dan keterampilan teknis tiap anggota KUPS.
“dengan bimtek ini, KUPS akan dibekali pengetahuan dan strategi agar dana bantuan bisa menjadi stimulus nyata untuk kemandirian ekonomi, dengan belajar mengembangkan usaha bersama, sehingga muncul usaha baru yang kreatif. Bantuan ini merupakan permintaan warga sehingga kami berharap agar ditanam dan dirawat dengan baik dan memiliki nilai tambah dalam perekonomian masyarakat,” paparnya.
Sementara Dirjen Perhutanan Sosial Catur Endah Prasetiani, menyebut adanya bantuan bibit merupakan bentuk komitmen dan dorongan kuat dari DPR RI dan Kemenhut RI, agar program perhutanan sosial bisa mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu hutan lestari dan masyarakat sejahtera. Disampaikan juga, hingga kini capaian program perhutanan sosial mencapai 8,3 juta hektar, dan lebih dari 11.065 unit SK melibatkan 1,4 juta KK.
“Sekarang sudah terbentuk 15.925 kelompok perhutanan sosial yang mengembangkan usaha hutan bukan kayu, dan jasa lingkungan, dan di Kulon Progo sendiri terdapat budidaya empon-empon seperti jahe, kunyit, dan kapulaga. Untuk jasa lingkungan berbasis ekowisata, dulu Kulon Progo menjadi pioner, dengan memanfatkan lanscape dan budaya masyarakat setempat sebagai sumber ekonomi masyarakat,” tambah Dirjen Perhutanan Sosial.
Disampaikan juga, bahwa ke depan Kementerian Kehutanan akan menetapkan arah kebijakan prioritas dengan mendorong penguatan KUPS agar punya badan hukum dan usaha seperti koperasi.
Hampir senada, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan, mengapresiasi diadakannya bimtek penguatan KUPS di wilayahnya. Kulon Progo bagian barat dan utara masih banyak tanah perhutanan yang bisa dikelola, agar masyarakat bisa berdaya secara ekonomi dan sumberdaya.
“Kami menyambut baik, apapun programnya untuk kesejahteraan masyarakat Kulon Progo,” tandas Agung Setyawan. (bhisma)











