PT Titra Investama Dan PT Sarihusada Generasi Mahardhika Tampilkan Tema “Panen Raya” Di Klaten Lurik Carnival

Kota (klatentv.com) – Peringatan Hari Jadi Ke 219 Kabupaten Klaten tahun 2023 ini dimeriahkan dengan banyak agenda dan kegiatan.

Salah satunya adalah Klaten Lurik Carnival (KLC) yang digelar di sepanjang Jalan Pemuda, Klaten pada Minggu (30/7/2023) sore.

Pada event Klaten Lurik Carnival ini, PT Titra Investama dan PT Sarihusada Generasi Mahardhika menampilkan tema “Panen Raya”.

Dan sebagai kreator atau kurator dari penampilan seni dari kedua perusahaan tersebut adalah Temanku Lima Benua, pegiat seni dari Sanggar Lima Benua yang beralamat di Dukuh Geritan, Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten.

Temanku Lima Benua menyampaikan, Klaten menjadi jalan agung Jogja Solo. Padi Rojolele menjadi produk unggulan Klaten. Kerbau menjadi alat bantu para petani dalam membajak sawah dan menyuburkan tanah dan ladangnya. Memedi sawah dan burung hantu membantu petani dari perusak tanamannya.

Hasil panen disimpan dalam lumbung. Lumbung para petani dibentuk tiga sap. Sap pertama yang letaknya paling bawah untuk menyimpan makanan keseharian, yang akan dimakan setiap hari. Sedang sap kedua untuk menyimpan hasil panen yang dipersiapkan untuk benih.

“Dan sap yang paling atas atau sap ketiga untuk kepercayaannya yang akan disajikan dalam bentuk kisah saat panen raya,” katanya.

Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta itu menjelaskan, saat panen raya tiba, yang bersamaan dengan padang bulan (bulan purnama), dari ujung desa sampai pangkal desa semuanya berbahagia. Di sepanajang jalan, anak-anak menari sesuka hati.

Pagi hari, kerbau-kebau dimandikan. Hewan-hewan peliharaan menjadi hiburan mereka. Burung-burung beterbangan. Burung hantu memandang dan memangsa tikus-tikus. Lumbung petani penuh. Dewa-dewi tersenyum menyaksikannya.

Gadis yang akrab disapa Liben itu mengatakan, pada “Panen Raya” dalam Klaten Lurik Carnival ini, ia ingin menyampaikan pesan dari masyarakat, yang menitipkan Klaten dan Negeri ini kepada para pemangku kebijakan, untuk menjaganya dari gangguan-gangguan yang datang dari para memedi.

Menurutnya, yang mereka takutkan bukan memedi sawah yang mereka buat saat panen akan tiba. Akan tetapi memedi sawah yang datang pada saat musim tanam tiba. Mereka berdatangan. Datang dengan senyum menawarkan janji-janji, dengan memberikan uang di muka. Dan kelak, kalau panen akan menambahkan harga.

“Janji tinggal janji. Yang terjadi penekanan harga. Sehingga saat panen tiba, petani sudah tidak bisa merayakan hasil jerih payahnya. Karena kegembiraan mereka telah diambil oleh para penebar janji,” ungkapnya.

 

Panen Raya

 

Dari ujung desa sampai pangkal desa

Semuanya bahagia…..!

Karena inilah panen raya…….!

 

Di sepanjang jalan agung Klaten

Anak-anak menari sesuka hati…..

Burung-burung hantu beterbangan…..

Memangsa Tukus-tikus….!

 

Pemelihara burung memegangi burungnya

Bongkar pasang memedi sawah…..

Kerbau-kerbau dimandikan……

 

Lumbung Padi Penuh…….

Jalan santai dengan kerbau kesayangan……

Dewa-dewi duduk manis leyeh-leyeh……?!

Dewi Sri senyum-senyum… (L Sukamta)