Surakarta(klatentv.com) — Sebanyak 39 Business Assistant (BA) dan 2 Project Management Officer (PMO) dari Kabupaten Klaten mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Pendamping Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi Provinsi Jawa Tengah, selasa(28/10/2025)
Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di enam karesidenan, yakni Surakarta, Semarang, Banyumas, Pekalongan, Pati, dan Kedu, mulai tanggal 28 Oktober hingga 1 November 2025. Untuk wilayah Kabupaten Klaten, pelatihan berpusat di Hotel Solia Zigna, Kota Surakarta.
Dalam laporan pelaksanaan, Eddy S. Bramiyanto, Kepala Bidang Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh total 836 BA dan 72 PMO dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Ia menegaskan pentingnya kesungguhan peserta dalam mengikuti pelatihan ini.
“Tidak ada hasil yang baik tanpa perjuangan. Para pendamping harus berjuang dan belajar dengan sungguh-sungguh agar menjadi pendamping koperasi yang kompeten,” tegasnya.
Eddy juga menambahkan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak, baik pengurus, pengelola, maupun pendamping koperasi, yang bersama-sama berkomitmen untuk mensukseskan gerakan Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi, Ibu Destry Anna Sari, dalam arahannya menekankan pentingnya semangat gotong royong sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 33, bahwa tujuan koperasi adalah untuk membangun gerakan bersama yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.
“Business Assistant diharapkan mampu memberikan ide-ide brilian dengan mengenali potensi yang ada di desa atau kelurahan masing-masing, sehingga potensi tersebut dapat dikelola secara optimal oleh KDKMP,” ujarnya.
Selama tiga bulan pertama, BA dan PMO juga diinstruksikan untuk aktif mencatat dan melaporkan setiap informasi penting yang diperoleh dari koperasi desa atau kelurahan binaan mereka, sebagai bagian dari proses pemantauan dan pendampingan.
Acara pembukaan Bimtek ditandai dengan kegiatan simbolis pemakaian rompi dan topi pendamping koperasi oleh para peserta, sebagai bentuk komitmen dan kesiapan dalam menjalankan tugas di lapangan.
Melalui kegiatan ini, Dinas Koperasi Provinsi Jawa Tengah berharap agar para pendamping dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa menuju kemandirian dan kesejahteraan.
“Koperasi adalah jalan menuju kemandirian dan kesuksesan bangsa, tetap semangat!,” ungkap salah satu peserta dengan penuh semangat.
Sebagai provinsi yang dikenal sebagai lumbung pangan nasional, Jawa Tengah diharapkan dapat terus berkontribusi menjadi penyuplai beras terbesar di Indonesia, melalui penguatan koperasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat desa. Penulis: Ahmad Fajri Asshdiqi, M.Ed. (BA Kab.Klaten)










