Dari Desa Tertinggal ke Desa Terkaya: Kiprah Junaedi Mulyono Menuju Ketua Umum APDESI

Kota(klatentv.com)-Kesuksesan Junaedi Mulyono mengubah Desa Ponggok dari sebuah desa yang terbelakang menjadi salah satu desa terkaya, menarik perhatian para kepala desa se Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Perangkat Desa Indonesia (APDESI). Junaedi, menjadi kandidat kuat Ketua Umum APDESI dalam Munas yang akan berlangsung 28-29 Januari 2026.

Siapa yang tak mengenal Desa Ponggok, yang berada di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Inilah salah satu desa di Indonesia, yang saat ini memiliki daya tarik luar biasa.

Bagaimana tidak, sebelum tahun 2007, Desa Ponggok hanya memiliki pendapat desa, tak lebih dari Rp 80 juta per tahun. Namun, hanya dalam hitungan singkat, pendapatan desa ini melonjak lebih dari Rp 14 miliar per tahun. Lonjakan Pendapat Asli Desa ini, tentu saja langsung membawa dampak bagi warga Ponggok.

Anak-anak di Ponggok, mendapat beasiswa dari Pemerintah Desa Ponggok, untuk melanjutkan pendidikan hingga tingkat sarjana. Targetnya, satu rumah satu sarjana. Pemerintah Desa Ponggok, juga memberikan perhatian langsung terhadap kesehatan warga, melalui Jaminan Kesehatan Desa (JAMKESDES). Melalui dua program yang sangat mendasar ini, masyarakat Desa Ponggok optimis, akan meningkatkan kualitas hidup mereka, terutama untuk generasi di masa mendatang

Kemampuan Pemerintah Desa Ponggok dalam meningkatkan kualitas SDM serta kualitas kesehatab melalui JAMKESDES itu, tak lepas dari kepemimpinan Junaedi. Dengan jeli, Junaedi membuat berbagai sumber air di Umbul Ponggok, Umbul Besuki, dan Umbul Sigedhang, Waduk Galau dan lainnya, telah menjadi destinasi wisata, termasuk snorklin di umbul dengan air yang jernih alami bebas kaporit itu, sehingga didatangi tak kurang dari 400 ribu wisatawan per tahun. Destinasi wisata air alamai ini, dilengkapi dengan fasilitas jungle tracking, outbond, serta banyak pilihan spot poto yang bakal menarik perhatian pengguna media sosial terhadap pengunggahnya. Sebab, spot foto yang ditawarkan Desa Ponggok, begitu cantik, alami, dan sangat natural. Terdapat pula, wisata edukasi, yang meliputi studi pengelolaan desa, BUMDes, perikanan, pertanian, maggot, pengelolaan sampah, serta UMKM. Semua potensi desa dan unit usaha itu, dikelola secara profesosional oleh BUMDes.

Kesukesan Junaedi dalam memajukan dan menyejahterakan desa serta warga Ponggok itu, membuatnya dinobatkan sebagai Top 10 Outstanding People 2019. Desa Ponggok juga dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik Nasional oleh Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal. Atas inovasinya dalam pengelolaan lingkungan dan potensi desa, pada tahun 2024, Ponggok dinobatkan sebagai juara Desa Juara Program Bina Desa. Oleh berbagai media nasional maupun daerah, Junaedi diakui sebagai penggerak desa dan tokoh inspiratif. Sebagai bentuk pengakuan tingkat nasional atas keberhasilan tata kelola pemerintahan desa, Desa Ponggok ditunjuk sebagai lokasi perayaan Hari Desa Naional pada 15 Januari 2025.

Deretan panjang itulah, yang membuat para kepala desa dari berbagai penjuru di tanah air, meminta Junaedi untuk menjadi Ketua Umum APDESI melalui Munas yang berlangsung di Jakarta pada tanggal 28-29 Januari 2026 di Jakarta. “Kami ingin dipimpin Kades yang inovatif dan berprestasi, agar semua desa anggota APDESI juga maju,’’ ungkap seorang kades dari ujung timur pulau Jawa, yang mewanti-wanti agar namanya tak diungkap. Alasannya, agar upaya konsolidasi untuk memenangkan Junaedi, berjalan mulus. Sebab menurutnya, saat ini posisi Junaedi merupakan calon terkuat, sehingga posisi ini harus tetap dijaga dan diamankan.