Dua Kader Berebut Kursi Ketua Golkar Kulonprogo, Suasana Jelang Musda Mulai Menghangat

Pengasih (klatentv.com) – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Kulonprogo yang dijadwalkan pada 22 November mendatang, mulai muncul dua nama kandidat yang bersaing memperebutkan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kulonprogo.
Meski di permukaan situasi terlihat tenang, dinamika di kalangan pemilik suara dan para bakal calon justru mulai terasa hangat.

Ketua penyelenggara Musda yang juga Sekretaris DPD II Partai Golkar Kulonprogo, Drs. Juwardi, saat ditemui di kediamannya pada Minggu (2/11), menyampaikan bahwa seluruh persiapan pelaksanaan Musda telah rampung.

“Seluruh perangkat, mulai dari Steering Committee (SC), Organizing Committee (OC), tata tertib Musda, lokasi kegiatan, hingga tahapan dan persyaratan bakal calon sudah siap sepenuhnya,” ujar Juwardi yang akrab disapa Pak Jujuk.

Ia menegaskan, Musda XI akan dilaksanakan pada 22 November 2025, dan kini telah memasuki tahapan sosialisasi, penjaringan, verifikasi persyaratan, serta penyampaian visi dan misi kandidat.

“Salah satu syarat bagi calon ketua adalah mendapatkan dukungan minimal 30 persen dari total 17 pemilik hak suara (voter). Tanggal 15 nanti, kami sudah bisa memastikan siapa saja kader yang akan maju dalam kompetisi ini,” tambahnya.

Sebelum pelaksanaan Musda, panitia juga akan menggelar pra-Musda untuk membahas arah dan kesepakatan bersama.
“Nanti di pra-Musda itu kita bermusyawarah, berdiskusi, dan beradu argumen dengan tujuan satu: membesarkan Partai Golkar. Arahan dari DPP jelas, Musda diharapkan bisa mencapai musyawarah mufakat,” tegasnya.

Dari hasil rapat panitia penyelenggara, sejauh ini sudah muncul dua nama bakal calon ketua, yang keduanya merupakan kader internal Golkar Kulonprogo, masing-masing berinisial WP dan MUM.
Namun, Juwardi tidak menutup kemungkinan akan muncul kandidat lain secara mendadak.

“Keduanya punya basis dukungan masing-masing. Saya tekankan, jangan mutung atau mundur kalau tidak terpilih. Kalau mau berdebat, silakan di pra-Musda. Yang menang harus merangkul, dan yang kalah harus mendukung,” pesannya.

Sementara itu, Moch Fahrudin, salah satu pimpinan Partai Golkar Kapanewon Temon yang juga memiliki hak suara, berharap Musda kali ini bisa menjadi momentum memperkuat soliditas dan meningkatkan perolehan suara Golkar pada Pemilu mendatang.

Namun ia juga menyoroti adanya isu bahwa salah satu bakal calon disebut-sebut merangkap sebagai anggota panitia penyelenggara.
“Kalau memang benar, hal itu tentu tidak lazim dan bisa menimbulkan kecurigaan. Diharapkan panitia memiliki juklak atau juknis yang jelas agar proses Musda berjalan independen dan transparan,” ujarnya.

(Bhisma / klatentv.com)