Kota(Klatentv.com) — Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Progres Inti Solusi menggelar acara pelepasan siswa magang Jepang Angkatan ke-8 dan ke-9 di kantor setempat, Kamis (4/12/2025). Sebanyak 90 peserta resmi dilepas, dengan 30 di antaranya akan terbang dalam waktu dekat, sementara sisanya berangkat secara bertahap pada tahun depan.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Klaten, Muh Nasir, menyampaikan apresiasi atas kiprah LPK Progres Inti Solusi dalam mendukung peningkatan kualitas SDM dan penyerapan tenaga kerja di Klaten.
“LPK Progres Inti Solusi telah membantu Pemerintah Kabupaten Klaten dalam menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat. Semoga ke depan lembaga ini terus berkembang dan bersinergi dengan Pemkab Klaten,” ujar Nasir membacakan sambutan Bupati.
Bupati juga menitipkan pesan kepada para peserta agar memanfaatkan kesempatan magang dengan sebaik-baiknya, menjaga sikap dan tata krama, serta bekerja dengan tekun dan sungguh-sungguh demi mencapai hasil terbaik. Selain itu, orang tua diharapkan terus memberikan dukungan moral dan doa kepada putra-putrinya.
“Atas LPK Progres Inti Solusi, kami berharap agar terus memonitor perkembangan seluruh peserta magang sehingga kondisi mereka terpantau dengan baik selama berada di Jepang,” imbuhnya.
Program Magang Jepang Sejak 1993
Atase Ketenagakerjaan Kedutaan Besar Jepang, Itetsu Tanaka, turut hadir dan menjelaskan bahwa program pelatihan magang di Jepang telah berjalan sejak 1993. Menurutnya, banyak peserta asal Indonesia yang kini sukses berkarier setelah mengikuti program tersebut.
“Saat ini terdapat sekitar 200 ribu warga Indonesia yang tinggal di Jepang. Semangat, kedisiplinan, dan etos kerja menjadi kunci keberhasilan saat magang dan bekerja di Jepang,” tutur Tanaka.
Acara tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Klaten Luciana Rina Damayanti, Dewan Pengawas AP2LN Bob Felix, serta tamu undangan lainnya.
LPK SO Baru di Klaten
Direktur LPK Progres Inti Solusi, Ajat Sudrajat, menjelaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya merupakan LPK Sending Organization (SO) yang relatif baru di Klaten namun telah tergabung dalam AP2LN bersama 195 anggota lainnya.
“Jepang tengah menghadapi krisis demografi dan membutuhkan puluhan ribu tenaga kerja asing. Ini menjadi peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia, termasuk dari Klaten,” ujarnya.
Ajat menambahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2025, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Klaten mencapai 3,79 persen. Karena itu, ia berharap Pemkab Klaten dapat terus mendukung upaya lembaga dalam membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran.
“Mari bersama menjadikan Klaten sebagai daerah dengan SDM yang produktif, inovatif, dan sejahtera,” tegasnya.
Siap Berangkat ke Negeri Sakura
Salah satu peserta, Aditya, mengaku siap berangkat ke Jepang usai menjalani pelatihan bahasa dan budaya Jepang di LPK Progres Inti Solusi.
“Persiapan sudah saya lakukan sejak satu minggu lalu. Insyaallah besok saya berangkat,” ujarnya.
Aditya menyebut dirinya akan bekerja di Kota Kumagaya, Prefektur Saitama, pada sektor plastic molding bidang manufaktur.
Selama pelatihan, ia mempelajari dasar-dasar bahasa Jepang seperti kanji, hiragana, katakana, serta percakapan (kaiwa), budaya, dan kesenian Jepang.










