JAKARTA(klatentv.com) – Keinginan para kepada desa (kades) dari berbagai wilayah di tanah air untuk memiliki Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) yang inovatif dan kreatif, akhirnya terkabul. Kepala Desa Ponggok, Klaten, Djunaedhi Mulyono, terpilih secara aklamasi dalam Musyawaran Nasional (Munas) ke-5 DPP APDESI di Jakarta, Kamis, 19 Januari 2026.
Sebelum Munas digelar, dilakukan Pra Munas pada Rabu (28/01/2026). Pemilihan ketua umum, sedianya akan dilakukan melalui voting. Selain Djunaedi, calon ketua umum dalam munas kali adalah, Sekjen DPP APDESI periode 2021-2026, Sumali. Sidang dipimpin Ketua DPD APDESI, Jawa Timur, Sunan Bukhori. Namun kuatnya dukungan terhadap Djunaedi, membuat pemilihan ketua umum, berlangsung mulus. “Mekainismenya memang voting. Tapi karena dukungan begitu kuat, dan agar lebih elegan kita coba musyawarah mufakat. Dan Pak Djunaedi terpilih secara aklamasi,” ujar Ketua Umum APDESI demisioner, Surta Wijaya.
“Benar bilangnya pak Menteri (Mendes Yandri, Red) tadi, desa jangan sampai terpecah belah. Dengan musyawarah mufakat, pemilihan kali ini justru harus bisa mempersatukan,” kata Surta.
Terpilihnya Djunaedi secara aklamasi itu, tentu saja setelah melalui dinamika pemilihan yang demokratis. Namun akhirnya, seluruh Ketua DPD APDESI yang memiliki hak suara sepakat memilih Kades Ponggok sebagai Ketua Umum APDESI yang baru. Sumali, Sekjen DPP APDESI periode 2021-2026 yang juga Ketua DPD APDESI Kalimantan Timur yang menjadi kandidat ketua umum lainnya, menyatakan legowo dan memberikan dukungan penuh kepada Kades Ponggok Juned untuk memimpin APDESI selama lima tahun ke depan.
Menteri Desa, Yandri Susanto yang hadir sejak awal Munas, dalam sambutannya mengungkapkan, pemerintahan desa merupakan ujung tombak pembangunan nasional. Program-program pemerintah pusat tidak akan berjalan tanpa energi positif dan optimalisasi dari para penyelenggara pemerintahan di tingkat desa. Untuk itu, Mendes Yandri mengaku sangat menyambut positif keberadaan APDESI. Yandri, juga mengapresiasi kepengurusan DPP APDESI 2021-2026, yang menurutnya telah bekerja dengan baik.
“Saya siap 24 jam untuk APDESI. Di munas kali ini, tidak ada kubu-kubuan. Tidak ada yang menang dan kalah. Semua mesti guyub dan kompak untuk program ke depan yang lebih baik,” tegasnya.
Yandi juga menyatakan rasa, terimakasih kepada dua calon yang telah berbesar hati demi kebersamaan organisasi APDESI ke depan. Dia berharap, hasil munas yang sangat luar biasa ini tetap dijaga energinya. Sehingga APDESI sebagai ujung tombak pembangunan benar-benar menjadi andalan Kemendes dan terutama andalan pemerintahanPresiden Prabowo.
Saat pembukaan Munas V, Menteri Koordinator Pangan (Menko Pangan), Zulfikli Hasan (Zulhas), dalam arahan sambutannya menekankan perjuangan dan cita-cita pemerintahan Presiden Prabowo dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional serta percepatan pembangunan swasembada pangan.
“Kedaulatan pangan dan swasembada harus diwujudkan hingga tingkat desa. APDESI sebagai organisasi kepala desa memegang peranan besar untuk menyentuh kebutuhan rakyat paling dasar tersebut,” tegas Zulhas.
Selain Menko Pangan dan Mendes, agenda pembukaan Munas APDESI V juga dihadiri Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Farida Fariha, Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), La Ode Ahmad, dan Deputi Bidang Percepatan Pemberdayaan Kapasitas dan Penyediaan Akses Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Novrizal Tahar.
Di akhir acara, Ketua Umum APDESI terpilih, Djunaedi Mulyono menceritakan, agenda munas kali ini demikian luar biasa. APDESI adalah gerbong yang sangat besar, yang mewadahi desa-desa di seluruh Indonesia. Semua kepala desa yang hadir dalam munas dipastikan memiliki motivasi dan tujuan untuk memajukan desanya.
“Kami dengan gerbong ini nanti akan mengajak kolaborasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah desa, dan lembaga pemerintahan lain yang berkaitan dengan desa, untuk bersama-sama mengembangkan program-program desa yang sudah berjalan. Bagaimana mengembangkan KDMP (Koperasi Desa Merah Putih), salah satunya yang mesti menjadi prioritas kerja kita para kepala desa,” tandas Kades Ponggok.
Terpilihnya Kades Joned sebagai Ketua Umum DPP APDESI, l tidak lepas dari prestasi dia memimpin selama tiga periode di Desa Ponggok. Dari sebelumnya tergolong desa tertinggal, Desa Ponggok pelan namun pasti sukses menjadi desa yang maju dan sejahtera. Pendapatan Asli Desa (PAD) mencapai kurang lebih Rp16 miliar per tahun. Aset BUMDes yang dikelola desa hingga kini telah berkisar senilai Rp30 miliar.
Kunci sukses Kades Ponggok adalah keberhasilannya menyulap sumber daya air yang melimpah di desanya menjadi destinasi dan kawasan wisata yang berpotensi mendatangkan pundi-pundi rupiah. Salah satu sumber air yang paling terkenal adalah Umbul Ponggok, dengan wahana swafoto bawah air sebagai daya tarik unggulannya.
Program-program desa yang dijalankan pun terhitung sukses. Salah satunya, yang paling tersohor adalah program “Satu Keluarga Satu Mahasiswa” di Desa Ponggok. Hingga kini, Desa Ponggok masih terus menjadi lokasi tujuan para perwakilan desa-desa dari berbagai penjuru tanah air, untuk belajar tentang tata kelola pemerintahan dan penataan sumber daya desa.
“Sebenarnya, investasi desa paling penting adalah pendidikan. Itulah kenapa program satu keluarga satu mahasiswa wajib terlaksana di Desa Ponggok,” tegas Kades Ponggok, Djunaedi Mulyono, dalam sambutannya saat berlangsung proses pemilihan Ketua Umum dalam Munas APDESI ke-5 yang digelar di hallroom Swissbelt Hotel, Kalibata, Jakarta, Kamis malam (29/1/2026).
Ditambahkan Joned, setiap mahasiswa dari Desa Ponggok akan mendapatkan beasiswa sebesar Rp500 ribu per bulan untuk biaya pendidikan mereka. Hasil investasi pendidikan inilah yang kemudian mencetak sumber daya manusia (SDM) Desa Ponggok yang relatif unggul dan kompeten untuk pengembangan dan pembangunan desa lebih lanjut.
“Ketersediaan SDM yang unggul dan kompeten di desa saat ini menjadi sangat penting. Terlebih, dalam mendukung penuh program strategis nasional Kopdes Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG). APDESI ke depan harus bisa menjadi tulang punggung keberhasilan program Asta Cita Presiden Prabowo tersebut,” demikian Kades Ponggok menyimpulkan. Sepertinya, penguasaan konsep dan kebijakan pembangunan desa yang ditawarkan Kades Ponggok inilah yang semakin mendorong terpilihnya secara aklamatif.










