Warga Sambisari Diingatkan Perjuangan Sultan Agung dalam Tradisi Nyadran

Sleman(klatentv.com) – Serangkaian doa dan Tahlil Hadiningrat melengkapi tradisi Nyadran di Masjid Kagungan Dalem Sambisari, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengingat kembali sejarah perjuangan Sultan Agung yang telah mewariskan nilai perjuangan dan tradisi adiluhung bagi masyarakat Jawa.

Bertempat di halaman masjid, pembacaan doa dipimpin Mas Bekel Amat Murtejo. Rangkaian doa dimulai dari pembacaan Surat Al-Fatihah, surat-surat pendek, tahmid, hingga Tahlil Hadiningrat yang diikuti seluruh warga dan tokoh masyarakat sejak pagi hari.

Dalam sambutan tertulis Sri Sultan Hamengkubuwono X yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY, Faisol Muslim, disampaikan bahwa tradisi sadranan merupakan warisan positif yang perlu dijaga dan dilestarikan oleh generasi mendatang. Tradisi ini dinilai sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah Tuhan, yang harus dirayakan dengan kerendahan hati serta menjadi sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Sementara itu, Kanjeng Raden Mas Rahmadi mewakili Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat mengingatkan kembali perjuangan Sultan Agung yang telah memberikan warisan budaya dan tradisi luhur bagi masyarakat. Tradisi sadranan yang digelar di Masjid Kagungan Dalem Sambisari disebut sebagai wujud penghormatan terhadap jasa para leluhur.

Kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Harda Kiswaya yang turut hadir menilai tradisi ini sebagai cerminan religiusitas masyarakat Kabupaten Sleman sekaligus upaya menjaga kearifan lokal.

Dalam prosesi kegiatan, warga bersama tokoh masyarakat melakukan tabur bunga sebagai simbol mengharumkan nama para leluhur yang telah wafat. Di antaranya ulama penyebar agama Islam, salah satunya Raden Mas Kyai Chasan Bisri atau Kyai Muhsin Besari, putra Kyai Nur Iman dari Mlangi sekaligus adik Raden Mas Kyai Mursodo dari Dusun Plosokuning.

Sebagai bekal menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, kegiatan juga diisi dengan pengajian menghadirkan Gus Faik Muhammad dari Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak.

Mengakhiri rangkaian acara, warga merangsek mengambil gunungan berisi jajanan pasar dan aneka hasil pertanian yang sebelumnya diarak keliling Dusun Sambisari. Tradisi tersebut menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, serta harapan akan keberkahan bagi seluruh warga.