‘KONTROVERSI’ PERESMIAN JEMBATAN GIRPASANG

” Dalam benak mereka mungkin saja muncul pertanyaan, kok bukan Ganjar yang meresmikan, malah dari unsur legislatif bukan eksekutif. Selebihnya saya tidak tahu apa-apa tentang itu.”

Saya termasuk sekian orang yang beruntung mendapatkan undangan untuk menghadiri peresmian jembatan Girpasang pada Kamis, 20 Januari 2022 silam.Meskipun cuaca kurang bersahabat, cukup memuaskan panitia yang berhari-hari mempersiapkan semuanya. Puan Maharani, ketua DPR benar-benar hadir meskipun ‘sedikit’ terlambat dari jadwal yang ditentukan. Beberapa titik baliho kepak sayap kebhinekaan bertemu dengan empunya.Sayang sekali, Mochamad Basuki Hadimuljono, menteri PUPR tidak bisa membersamai rombongan karena harus mengejar pesawat ke ibukota.

Jembatan Girpasang, Kemalang, Klaten

Meskipun secara resmi telah diumumkan ditutupnya Girpasang untuk masyarakat umum, terlihat beberapa orang yang ‘berperan’ sebagai pengunjung mengikuti komando dengan meneriakkan Puan presiden beberapa kali dari seberang podium. Sepulang dari Girpasang, banyak yang bertanya begitu mengetahui saya hadir pada acara tersebut. Redaksinya berbeda-beda, tetapi intinya sama apakah Ganjar Pranowo ada dalam peresmian tersebut.

Setahu saya memang beliau tidak ada dalam deretan tamu undangan. Mungkin mereka kecewa, dan bisa dipahami karena tanggal 1 Agustus 2020 gubernur Jawa Tengah tersebut memang mengunjungi Girpasang dengan menaiki 1001 tangga untuk bertemu dengan Mbah Padmo dan tetangganya sekaligus tebar daging kurban. Dan menurut mereka Ganjar-lah yang memperjuangkan pengadaan jembatan tersebut hingga deal dengan Kementerian PUPR.

Dalam benak mereka mungkin saja muncul pertanyaan, kok bukan Ganjar yang meresmikan, malah dari unsur legislatif bukan eksekutif. Selebihnya saya tidak tahu apa-apa tentang itu.

(Sugiyanto Harman)