KLATENTV.COM – Inovasi alami di sektor pertanian kembali menarik perhatian publik. Sebuah pohon pisang di Dusun Wonongso, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, DIY, menjadi sorotan setelah mampu menghasilkan lebih dari satu tandan buah dalam satu batang. Fenomena langka ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai varietas unggulan bernilai ekonomi tinggi.
Pisang jenis Ambon tersebut diketahui mampu menghasilkan dua hingga empat tandan sekaligus dalam satu pohon. Tanaman unik itu milik seorang petani bernama Pringadi, yang mulai menyadari keanehan pada pohon pisangnya sekitar satu setengah tahun lalu.
Tidak hanya produktif, pisang bertandan ganda ini juga memiliki ketahanan tinggi terhadap serangan penyakit tanaman. Saat banyak pohon pisang di sekitarnya terserang virus yang dikenal warga sebagai penyakit “bombrong”, tanaman milik Pringadi tetap tumbuh subur dan mampu berbuah normal.
Menurut Pringadi, bibit awal tanaman tersebut berasal dari wilayah Sambirejo melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM). Seiring waktu, tanaman itu berkembang secara alami hingga menunjukkan karakteristik berbeda dibanding pisang Ambon pada umumnya.
“Awalnya hanya terlihat anakan tumbuh kembar, lalu ketika panen ternyata bisa menghasilkan lebih dari satu tandan,” jelasnya.
Dari sisi kualitas, buah pisang ini memiliki ukuran relatif besar dengan rasa manis dan tekstur yang baik. Kulit buahnya berwarna hijau kekuningan dan tetap menarik saat matang. Dalam satu kali panen, satu pohon bahkan pernah terjual hingga Rp130 ribu.
Fenomena ini juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih bersama Dinas Pertanian dan Pangan telah meninjau langsung lokasi kebun untuk melihat potensi pengembangannya.
Pemerintah daerah berencana melakukan penangkaran dan budidaya lebih luas agar varietas tersebut bisa menjadi produk unggulan khas Gunungkidul.
“Kedepan sangat memungkinkan diberi nama khusus agar menjadi ikon baru daerah,” ujar Endah saat melakukan kunjungan ke lokasi, Senin (18/5/2026).
Selain meningkatkan produktivitas petani, keberadaan pisang bertandan ganda ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan.










