KLATEN – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Klaten menorehkan prestasi di tingkat nasional. Damkar Klaten berhasil menempati peringkat ke-9 nasional sebagai daerah tercepat dalam pelaporan data kejadian kebakaran dan penyelamatan tahun 2026.
Capaian tersebut merupakan hasil penilaian pelaporan data Indeks Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan.
Prestasi ini menjadi bukti keseriusan jajaran Damkar Klaten dalam membangun tata kelola administrasi dan pelaporan kejadian kebakaran yang tertib, akurat, serta tepat waktu.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Klaten, Srihadi, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh personel pemadam kebakaran yang bertugas di lapangan maupun staf yang menangani pengelolaan data.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam kecepatan respons penanganan kedaruratan kebakaran dan ketertiban administrasi pelaporan.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Damkar Satpol PP dan Damkar Klaten, Sumino, menegaskan bahwa tugas pemadam kebakaran tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Tanggung jawab personel juga mencakup penyelesaian dan validasi data penanganan hingga tuntas.
Pelaporan data dilakukan sesaat setelah personel menyelesaikan tugas pemadaman di tempat kejadian perkara (TKP). Data tersebut kemudian dikelola secara terstruktur untuk memastikan informasi kejadian tercatat secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Sumino, ketepatan dan kecepatan pelaporan menjadi instrumen penting untuk mengevaluasi kinerja operasional, menyusun langkah mitigasi, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran berikutnya.
Di sisi lain, Damkar Klaten juga menyampaikan keprihatinan atas kerugian material yang dialami masyarakat akibat sejumlah insiden kebakaran selama musim kemarau.
Memasuki masa peralihan menuju musim penghujan, Damkar Klaten berharap potensi kebakaran lahan maupun permukiman semakin menurun sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan lebih aman dan nyaman.
Capaian peringkat ke-9 nasional ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus meningkatkan profesionalisme personel, kecepatan pelayanan, serta kualitas penanganan kebakaran dan penyelamatan di Kabupaten Klaten.











