Pengusaha Jamur, Desak Pemda Perbaiki Akses jalan

Kulonprogo, (klatentv.com)-Sejumlah pengusaha jamur yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUBE) berkah Jamur, Pedukuhan Kasihan 2 Kalurahan Ngentakrejo Kapanewon Lendah, mengeluhkan akses jalan yang menuju lokasi mereka mengalami kerusakan cukup parah. Para pengusaha jamur ini pun menuntut Pemda Kulonprogo melalui salah seorang wakilnya yang duduk di DPRD, agar memperjuangkan adanya perbaikan infrastruktur diwilayah ini.

Pertemuan antara para pengusaha jamur dengan Ketua Komisi 2 DPRD Kulonprogo, Priyo Santosa, SH.MH, bertempat di rumah Ketua KUBE Berkah Jamur pada Rabu (23/2). Dalam pertemuan tersebut, ketua kelompok menyampaikan awal mula berdirinya Kelompok Usaha Bersama hingga terbentuknya KUBE. Bermula dari dua orang pengusaha jamur, kemudian terus mengalami perkembangan hingga pada tahun ini, sudah mencapai 20 orang anggota yang tergabung dalam KUBE Berkah Jamur. Selain itu mereka juga menyampaikan keluhan adanya jalan menuju rumah jamur (Kumbong) yang mengalami kerusakan cukup parah. “kalau pas panen raya seperti sekarang, akses jalannya cukup memprihatinkan, kami berharap agar wakil rakyat dari wilayah kami bisa memperjuangkan untuk perbaikan jalan. Sehingga konsumen maupun pedagang besar tidak mengalami kesulitan saat memasuki lokasi dari para anggota KUBE,” papar Indriyanto, yang juga menjabat sebagai Dukuh Kasihan 2.

Mendapat keluhan tersebut, Ketua Komisi 2 yang merupakan politisi dari PAN ini, berjanji bakal memperjuangkan usulan para pengusaha jamur, sehingga pada APBD Perubahan nantinya, usulan tersebut bisa diakomodir oleh Pemda Kulonprogo. “kalau prinsipnya kita berusaha mengawal dan memperjuangkan aspirasi warga, apalagi usaha ini secara nyata bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga. Kita juga mendesak agar instansi terkait di Pemda Kulonprogo benar – benar memperhatikan keluhan mereka. Usaha yang selama ini mereka kembangkan perlu diperhatikan secara serius oleh pemerintah, agar dampak positifnya bisa makin meluas untuk peningkatan ekonomi keluarga,” papar Priyo Santosa.

Sementara kerusakan jalan yang memasuki wilayah para pengusaha jamur tersebut dengan panjang diperkirakan mencapai sekitar 700 meter, dan sering dikeluhkan oleh sejumlah warga dari luar daerah yang hendak study banding maupun kulakan dari produk usaha jamur yang ada diwilayah tersebut. (bhis/KP)