Desa Joho Bangun Mini Soccer Rp780 Juta, Ditargetkan Jadi Sumber PAD Baru

Prambanan(klatentv.com) – Pemerintah Desa Joho, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, tengah menyelesaikan pembangunan lapangan mini soccer yang disiapkan tidak hanya sebagai fasilitas olahraga, tetapi juga sebagai sumber pendapatan asli desa (PAD).

Pembangunan lapangan yang berada di samping Kantor Desa Joho tersebut kini telah memasuki tahap akhir. Hingga awal September 2026, progres pengerjaannya disebut telah mencapai sekitar 80 persen.

Perubahan cukup terlihat pada kondisi lapangan. Area yang sebelumnya berupa tanah dan rumput kini telah ditutup menggunakan rumput sintetis. Material tersebut dipilih karena dinilai lebih praktis dalam hal perawatan sekaligus memungkinkan lapangan digunakan secara lebih optimal.

Selain pemasangan rumput, sejumlah pekerjaan pendukung juga mulai diselesaikan. Garis lapangan sepak bola telah dikerjakan, sementara pagar besi yang mengelilingi area lapangan juga sudah terpasang.

Kepala Desa Joho, Yulis Tanto, mengatakan pembangunan tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan September 2026. Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp780 juta.

Setelah selesai, lapangan tersebut rencananya langsung dibuka untuk masyarakat. Pemdes Joho juga tidak akan mengelolanya sendiri, melainkan membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan lapangan mini soccer.

“Untuk pengelolaan rencananya dikerjasamakan dengan pihak ketiga yang memang profesional mengelola mini soccer. Nanti siapa saja bisa karena kami lelangkan untuk menentukan pengelola,” ujar Yulis Tanto.

Menurutnya, pembangunan tahap awal sengaja diprioritaskan pada penyelesaian lapangan dan fasilitas penerangan. Dengan demikian, lapangan dapat segera dimanfaatkan dan menghasilkan pemasukan bagi desa.

Sementara sejumlah fasilitas lain, seperti ruang ganti, akan dikembangkan secara bertahap menggunakan pendapatan yang diperoleh dari pengelolaan lapangan.

“Perkara nanti yang lain masih kurang, semoga bisa dikembangkan dari pendapatan yang diperoleh setelah dibuka. Seperti mengembangkan ruang ganti. Kalau tidak langsung kami selesaikan lapangannya, nanti justru ribet. Jadinya mangkrak. Makanya saya ingin pembangunan lapangan itu langsung selesai,” jelasnya.

Pemdes Joho melihat keberadaan lapangan mini soccer memiliki peluang ekonomi yang cukup besar. Selain menjadi sarana olahraga bagi masyarakat, fasilitas tersebut diharapkan mampu menarik pengguna dari wilayah sekitar, mengingat tempat olahraga dengan konsep serupa masih belum banyak tersedia di Klaten.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi Desa Joho dalam mencari sumber pendapatan baru. Terlebih, pemerintah desa menghadapi kondisi transfer dana desa yang mengalami penurunan sehingga diperlukan pengembangan potensi PAD untuk mendukung pembiayaan pembangunan.

“Makanya kegiatan kita alihkan ke pembuatan lapangan mini soccer biar bisa menjadi pendapatan asli desa,” kata Yulis.

Pengembangan PAD desa nantinya tidak hanya mengandalkan lapangan mini soccer. Desa Joho juga tetap mengembangkan potensi lainnya, termasuk sektor pertanian.

Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Desa Joho. Menurutnya, bantuan keuangan kepada desa dapat dimanfaatkan untuk membangun fasilitas yang memberikan manfaat langsung sekaligus memiliki potensi ekonomi.

“Alhamdulillah, kemarin juga aspirasi bantuan keuangan ke desa sudah dimanfaatkan luar biasa oleh Pak Kepala Desa untuk membangun lapangan mini soccer. Saat ini pembangunannya kurang lebih sudah 80 persen. Semoga segera selesai sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar Hamenang.

Dengan ditargetkan beroperasi dalam waktu dekat, lapangan mini soccer Desa Joho diharapkan mampu menjadi fasilitas olahraga baru bagi masyarakat sekaligus membuka sumber pemasukan berkelanjutan bagi pemerintah desa.

KlatenTV – Berita Klaten, Informasi Terpercaya.