Unik! Ratusan Warga Klaten Gelar Upacara HUT RI di Tengah Jalan Jogja-Solo

KLATEN, Klatentv.com – Pemandangan berbeda terlihat di simpang empat traffic light Desa Jetis, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Minggu (17/8/2026). Bukan di lapangan maupun halaman kantor desa, ratusan warga justru menggelar penghormatan detik-detik Proklamasi di tengah Jalan Jogja-Solo.

Sekitar 200 hingga 300 warga dari berbagai latar belakang berkumpul sejak pukul 09.00 WIB. Mereka datang dari berbagai kalangan, mulai dari petani, pelajar, ibu-ibu PKK, pemuda, ASN hingga pekerja proyek. Sejumlah anak muda bahkan datang dengan skateboard dan turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Menjelang pukul 10.00 WIB, peserta mulai bergerak menuju tengah simpang empat. Arus kendaraan dari arah Yogyakarta maupun Solo dihentikan sementara oleh petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, relawan dan Linmas.

Warga kemudian membentuk barisan di tengah persimpangan. Saat sirine tanda dimulainya penghormatan berbunyi, suasana yang semula dipenuhi aktivitas lalu lintas berubah menjadi hening.

Bendera Merah Putih dikibarkan. Warga berdiri tegap sambil menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Tidak hanya peserta kegiatan, para pengguna jalan yang saat itu berada di persimpangan juga ikut menghormati. Sejumlah pengendara mematikan mesin kendaraan, turun dari sepeda motor dan berdiri di sisi jalan untuk mengikuti penghormatan.

Koordinator kegiatan, Anggun Nasir, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kali pertama digelar dengan melibatkan masyarakat secara langsung di ruang publik.

“Ini pertama kali. Pesertanya sekitar 200 sampai 300 orang dari desa-desa sekitar. Ada petani, ibu PKK, anak muda, teman-teman yang bekerja di proyek, semuanya kita ajak, termasuk pengguna jalan,” ujar Anggun.

Menurutnya, pemilihan lokasi di tengah jalan memiliki pesan tersendiri. Warga ingin mengajak masyarakat yang sedang beraktivitas maupun dalam perjalanan untuk berhenti sejenak dan mengingat kembali perjuangan para pahlawan.

“Kita ingin mengajak semua elemen, termasuk pengguna jalan, untuk memperingati HUT RI. Kita bisa seperti sekarang ini karena jasa para pahlawan. Jadi kita ajak berhenti sejenak memberikan penghormatan,” jelasnya.

Karena dilaksanakan di tengah jalur utama Jalan Jogja-Solo, prosesi penghormatan berlangsung singkat, sekitar dua menit. Setelah rangkaian selesai, arus kendaraan kembali dibuka dan aktivitas lalu lintas berjalan normal.

Anggun berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga mengingatkan masyarakat bahwa kemerdekaan merupakan hasil perjuangan yang harus terus dihargai.

“Harapannya kita selalu ingat bahwa kita punya Merah Putih, kita satu bangsa,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pengguna jalan, Toni, mengaku sempat terkejut ketika melihat adanya upacara di tengah persimpangan. Meski demikian, ia menilai kegiatan tersebut justru menjadi cara yang menarik untuk mengajak masyarakat memperingati HUT Kemerdekaan.

“Awalnya kaget ada upacara di tengah jalan. Tapi menurut saya bagus. Kadang orang yang sedang di jalan lupa kalau hari ini HUT RI. Kalau harus ke lapangan juga belum tentu bisa ikut upacara,” ungkapnya.

Ia menilai penghormatan tersebut tidak berlangsung lama sehingga pengguna jalan masih dapat mengikutinya tanpa mengganggu aktivitas secara berarti.

“Mengganggu sih tidak karena hanya sebentar, apalagi sedang menunggu traffic light. Tadi yang naik kendaraan juga banyak yang ikut turun dan berdiri hormat,” pungkasnya.

Aksi tersebut menjadi gambaran bahwa semangat memperingati kemerdekaan tidak selalu harus dilakukan di tempat-tempat formal. Ruang publik seperti jalan raya pun dapat menjadi tempat masyarakat menunjukkan penghormatan kepada Merah Putih, dengan tetap memperhatikan keamanan dan kelancaran lalu lintas.