KLATEN TV – Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung meriah di Dukuh Gudang, RW 09, Desa Sumberejo, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten.
Warga dari tiga RT, yakni RT 1, RT 2, dan RT 3, menggelar rangkaian kegiatan bertajuk “Agustus Ceria”. Kegiatan tersebut meliputi berbagai lomba anak-anak, malam tirakatan, upacara bendera, kirab budaya gunungan, jalan sehat, senam, hingga pentas seni.
Ketua Panitia HUT ke-81 RI Dukuh Gudang, Sri Naryo, mengatakan rangkaian lomba anak digelar pada 6–8 Agustus 2026 dan mendapat antusiasme tinggi dari warga, khususnya anak-anak.
“Lomba-lomba ini kita adakan untuk menyenangkan anak-anak. Ternyata ramai dan meriah. Anak-anak senang dan bergembira,” ujar Naryo.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah upacara bendera pada 17 Agustus 2026. Lebih dari 150 warga mengikuti upacara yang digelar di lapangan voli dukuh setempat.
Warga tampil dengan beragam pakaian, mulai dari seragam sekolah, lurik, batik hingga identitas masing-masing RT. Uniknya, petugas upacara tahun ini seluruhnya merupakan ibu-ibu PKK atau yang disebut warga sebagai “srikandi”.
Petugas upacara digilir secara bergantian antar-RT setiap tahun. Untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar, para ibu PKK telah menjalani latihan sebanyak empat kali.
Upacara dipimpin Ketua RW 09, Heri Haryono, selaku inspektur upacara. Dalam amanatnya, ia mengajak warga menjadikan momentum kemerdekaan sebagai sarana memperkuat nasionalisme dan patriotisme, khususnya di kalangan generasi muda.
“Generasi muda harus bersemangat dan optimis memberikan yang terbaik untuk tanah air. Hal itu dapat diwujudkan dengan belajar, berprestasi, serta mengharumkan nama bangsa,” pesannya.
Warga Dukuh Gudang, Sumarsono, menilai pelaksanaan upacara di lingkungan desa penting agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan dan menghayati momentum kemerdekaan.
Menurutnya, selama ini upacara 17 Agustus lebih banyak diikuti mereka yang bekerja di instansi, sekolah maupun sebagai pegawai. Sementara masyarakat yang bekerja sebagai petani, buruh, tukang kayu dan profesi lainnya belum tentu memiliki kesempatan mengikuti upacara.
“Karena itu kami menyelenggarakan upacara di Dukuh Gudang agar semua warga bisa menikmati dan menghayati kembali perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan,” ungkapnya.
Rangkaian “Agustus Ceria” masih akan berlanjut dengan kirab budaya gunungan, jalan sehat, senam dan pembagian doorprize pada 23 Agustus, serta pentas seni pada 29 Agustus 2026 sebagai puncak acara.
Menurut panitia, kemeriahan kegiatan tersebut tidak lepas dari kekompakan warga serta dukungan para donatur, termasuk warga Dukuh Gudang yang tinggal di luar daerah.











