Kota(klatentv.com)— Limbah dapur yang selama ini dianggap sebagai sampah ternyata memiliki potensi untuk diolah menjadi sesuatu yang bernilai. Melalui program EcoFeed Cycle, masyarakat di Wirokerten diajak memanfaatkan sisa makanan dan limbah organik rumah tangga sebagai bahan pakan dalam budidaya maggot, yang selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ternak.
Kegiatan bertajuk “EcoFeed Cycle: Pengolahan Limbah Dapur Menjadi Pakan Ternak Berkelanjutan melalui Budidaya Maggot” tersebut digelar pada Minggu, 9 Agustus 2026, di Pendopo Pasar Blumbang Mataram. Kegiatan diikuti sekitar 30 ibu-ibu Dasawisma Dusun Grojogan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi langsung dari Muhammad Nur Muntaha, owner Ndalem Kemaggotan, mengenai teknik budidaya maggot serta berbagai potensi pemanfaatannya.
Program EcoFeed Cycle dilatarbelakangi masih banyaknya limbah organik rumah tangga yang dibuang tanpa melalui proses pengolahan. Padahal, sisa makanan, sayuran, dan limbah organik lainnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan bagi maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF).
Budidaya maggot dinilai memiliki potensi dalam membantu mengurangi volume limbah organik sekaligus menghasilkan biomassa yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif sumber pakan ternak karena memiliki kandungan protein.
Dalam sesi edukasi, peserta diperkenalkan dengan tahapan dasar budidaya maggot, mulai dari pemilahan limbah dapur, persiapan media, pemberian pakan, hingga proses pemeliharaan. Materi disampaikan secara praktis agar peserta dapat memahami kemungkinan penerapan budidaya maggot secara mandiri di lingkungan rumah.
Konsep yang ditawarkan EcoFeed Cycle cukup sederhana. Limbah dapur yang sebelumnya dibuang dimanfaatkan sebagai pakan maggot. Maggot yang dihasilkan kemudian dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ternak. Dengan demikian, terbentuk sebuah siklus pemanfaatan limbah yang memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekaligus masyarakat.
Antusiasme sekitar 30 peserta menunjukkan adanya ketertarikan masyarakat untuk mengenal lebih jauh pengelolaan limbah organik melalui budidaya maggot. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam skala rumah tangga maupun dikembangkan menjadi kegiatan produktif berbasis masyarakat.
Melalui EcoFeed Cycle, masyarakat tidak hanya diajak mengurangi limbah dapur, tetapi juga mengubah cara pandang terhadap sampah organik. Limbah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai dapat menjadi bagian dari sebuah siklus yang menghasilkan manfaat bagi lingkungan dan mendukung kemandirian pakan ternak.
Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih ramah lingkungan sekaligus membuka peluang pengembangan budidaya maggot sebagai salah satu potensi ekonomi lokal.










