KLATEN, KlatenTV.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten memproyeksikan postur keuangan daerah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027 mencapai Rp2,8 triliun. Sejumlah program prioritas pembangunan tetap diarahkan pada perbaikan infrastruktur, termasuk jalan dan penerangan jalan umum (PJU).
Rancangan APBD tersebut disampaikan Pemkab Klaten kepada DPRD dalam rapat paripurna pada Kamis (22/10/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Klaten, Mahanni Yulindha Pratiwi atau Linda Benny, menjelaskan penyusunan RAPBD 2027 didasarkan pada nota kesepakatan antara Pemkab dan DPRD mengenai Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027 yang ditandatangani pada awal Agustus lalu.
Selain mengacu pada kesepakatan tersebut, penyusunan RAPBD juga berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri), serta diselaraskan dengan kebijakan pembangunan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Dalam rancangan program pembangunan tahun depan, Pemkab Klaten tetap mengusung sejumlah program prioritas, di antaranya perbaikan jalan dan peningkatan penerangan jalan umum melalui program Dalan Alus, Padang, Banyu Lancar.
Linda Benny menyampaikan bahwa kondisi perekonomian daerah menunjukkan perkembangan positif seiring upaya pemulihan dan penguatan sektor unggulan, seperti pertanian, industri, dan pariwisata.
“Perkembangan ini diharapkan mampu mendukung pencapaian sasaran makro pembangunan daerah, termasuk peningkatan indeks pembangunan manusia, penurunan angka kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka, serta pengendalian inflasi,” jelasnya.
Lima Prioritas Pembangunan Klaten 2027
Pemkab Klaten menetapkan lima prioritas pembangunan daerah untuk tahun anggaran 2027.
Pertama, peningkatan akses dan mutu pendidikan, kesehatan, serta perlindungan sosial. Kedua, peningkatan kemudahan berusaha dan berinvestasi. Ketiga, pengembangan dan modernisasi infrastruktur ekonomi maupun sosial.
Keempat, peningkatan ekosistem inovasi dan riset untuk pengembangan daerah. Kelima, pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah.
Menurut Linda Benny, penyusunan RAPBD 2027 diharapkan dapat mendukung pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan daerah sekaligus menjawab berbagai isu strategis dan permasalahan di Kabupaten Klaten.
Meski demikian, besaran anggaran dan program yang tercantum dalam RAPBD masih merupakan rancangan yang akan dibahas bersama DPRD sebelum ditetapkan menjadi APBD.
Besarnya proyeksi anggaran tersebut membuat alokasi belanja dan efektivitas pelaksanaan program prioritas menjadi hal penting untuk dicermati, terutama terkait sejauh mana anggaran infrastruktur dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap kondisi jalan yang baik dan penerangan jalan umum yang memadai.











