Surabaya(klatentv.com) — European Union (EU) Centre di Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya menyelenggarakan kegiatan Model European Union (MEU) pertama di Indonesia, sebagai upaya memperkuat pemahaman generasi muda terhadap diplomasi internasional, multilateralisme, dan kerja sama regional.
Kegiatan edukatif berbasis simulasi ini diikuti oleh 40 mahasiswa dari lima perguruan tinggi di Jawa Timur, yakni Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPNVJT), dan Universitas Trunojoyo Madura (UTM).
MEU merupakan metode pembelajaran interaktif yang memadukan debat, negosiasi, dan permainan peran. Dalam kegiatan tersebut, para peserta berperan sebagai perwakilan negara-negara anggota Uni Eropa di Dewan Uni Eropa, Komisi Eropa, hingga Parlemen Eropa, sekaligus menjalankan simulasi proses legislasi di lingkungan Uni Eropa.
Melalui simulasi tersebut, mahasiswa diajak memahami bagaimana kebijakan dan keputusan di Uni Eropa dibentuk melalui proses negosiasi, penyesuaian, hingga pengambilan keputusan bersama antar lembaga.
Sebagai penyelenggaraan pertama di Indonesia, MEU Surabaya menjadi ruang strategis bagi pelibatan generasi muda dalam isu hubungan internasional. Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa Indonesia terkait pentingnya kerja sama regional dan prinsip multilateralisme yang relevan diterapkan di ASEAN maupun kawasan dunia lainnya.
Selain memperkuat pemahaman diplomasi internasional, kegiatan ini turut melatih kemampuan komunikasi persuasif, berpikir kritis, serta kolaborasi lintas perspektif. Bekal tersebut dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan global seperti perubahan iklim, transformasi digital, dan pembangunan berkelanjutan.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, H.E. Denis Chaibi, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi wujud komitmen Uni Eropa dalam mendorong pendidikan dan pemberdayaan pemuda sebagai sarana membangun pemahaman global.
“Inisiatif ini mencerminkan komitmen kuat EU untuk memupuk pemahaman global dan kerja sama melalui pendidikan serta pemberdayaan pemuda. Dengan mengalami secara langsung bagaimana lembaga-lembaga demokratis EU bekerja dan bagaimana negara-negara Eropa berkolaborasi untuk menyelesaikan tantangan bersama, mahasiswa Indonesia dapat memperoleh perspektif yang berharga tentang pembentukan konsensus, penghargaan terhadap keberagaman, dan integrasi regional,” ujar Denis Chaibi.
Surabaya dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena dinilai memiliki komunitas akademik dan budaya pemuda yang dinamis. Melalui kolaborasi perdana ini, UNAIR bersama Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia terus memperkuat hubungan Indonesia-Uni Eropa, khususnya dalam bidang pendidikan, pertukaran budaya, dan pelibatan generasi muda.










